22 itu berbarengan dengan hari pertamanya…
Sebuah Batasan
•April 7, 2009 • & KomentarLama aku termenung sambil mengurai kekacauan pikiran
Kemudian kudapatkan sebuah keputusan
Aku tinggalkan cinta kepadanya tanpa kebencian
Karena tidaklah sedikit dia menambah kepadaku berupa kelemahan
Sementara aku hanyalah manusia lemah yang butuh penguatan
Bukan batu karang kokoh yang tahan gempuran
Sekarang berjalanlah mandiri wahai teman
Karena tugasku bukan menjaga melainkan menyampaikan
Jangan engkau berkata tidak enak pada fulan dan alan
Tapi dahulukanlah keinginan Robb pemilik kesempurnaan
Nikmat mana lagi yang kamu dustakan
•Februari 11, 2008 • 1 KomentarHari ini, rencana besar masa depan tertolong, jangan ulangi kebodohan yang sama, jangan pernah remehkan yang kecil, paham!!!!!!!!
Sepotong Invasi 2008
•Januari 4, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarTears without cries
Sweat without tiredness
Blood without wound
UNCUTTEDĀ MATTER, NO SWORD LIKE IT
-Ga tau dah bener ha tuh bahasanya-
Susah euy
•Januari 3, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarKenapa ya, kadang kita tau kalo sesuatu itu salah, ga boleh dilakuin, harus dihindarin dan seterusnya dan seterusnya
Tapi kok tetep aja dilakuin
Dah gitu, nyesel deh…
Mata ketiga
•Januari 2, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarCapek?
Jalan itu masih panjang loh
Kedua mata lu memang ga akan pernah bisa memandang lebih jauh dari sisa perjalanan lu
Tapi kalo lu mau, lu bisa nyoba make mata ketiga lu, lagi, kalo lu mau
20 November 2007
•November 20, 2007 • Tinggalkan sebuah KomentarAbis Sholat Shubuh, sok-sok ngebongkar komputer, patah deh kipas prosessornya
Abis Dzuhur Mau ngidupin komputer ga bisa, nginstal ulang deh
Abis Ashar, Lagi???!!!! Bombay????!!!!!
Trus cukur, pake otem, dll
Instal ulang komputer, hehe sukses
Menjelang magrib, mikir-mikir, ga usah pake sepedah lagi deh
Abis magrib, sepedah itu ilang, Lhooooooo????
Abis ‘isya, Nulis ini…………
Musafir
•Oktober 30, 2007 • Tinggalkan sebuah KomentarGua adalah keturunan orang yang telah diusir dari rumahnya oleh Tuhannya, lalu menjadi musafir di dunia.
Dan tidaklah tujuan seorang musafir, melainkan pulang ke rumahnya.
Namun demikian, terkadang musafir lelah dalam perjalannya, lalu singgah di sebuah perkampungan.
Di perkampungan itu dia bertemu dengan orang-orang baru, bertemu dalam keadaan tidak saling mengenal.
Seiring berjalannya waktu, mereka saling menegur, bercakap, bercanda, sampai pada level seolah si musafir adalah bagian dari mereka.
Sampai akhirnya musafir ingat, bahwa ia harus pulang ke rumahnya, maka dia pun pamit kepada mereka, “Gua mau pamit, mau pulang”…
Hehehe
•September 22, 2007 • Tinggalkan sebuah KomentarAssalamu’alaikum
Berita gembira, tadi malem, 22 September
2007, 11 Romadhon 1428 H, jam 23.55
kakak gua ngelahirin anak cowo, berarti
akan ada satu lagi, insya Alloh, orang
yang manggil gua “Abi didi..” hehe,
doain ya biar tu anak berguna buat
dirinya, orang tuanya, dan kaum muslimin
seluruhnya, makasih…
