Sebuah Batasan

Lama aku termenung sambil mengurai kekacauan pikiran

Kemudian kudapatkan sebuah keputusan

Aku tinggalkan cinta kepadanya tanpa kebencian

Karena tidaklah sedikit dia menambah kepadaku berupa kelemahan

Sementara aku hanyalah manusia lemah yang butuh penguatan

Bukan batu karang kokoh yang tahan gempuran

Sekarang berjalanlah mandiri wahai teman

Karena tugasku bukan menjaga melainkan menyampaikan

Jangan engkau berkata tidak enak pada fulan dan alan

Tapi dahulukanlah keinginan Robb pemilik kesempurnaan

~ oleh kaptenbombay di/pada April 7, 2009.

2 Tanggapan to “Sebuah Batasan”

  1. Hidup adalah perjuangan
    Dah gitu aja dulu
    kapan-kapan disambung lagi

  2. Kalo mau menyampaikan tugasnya, sampaikan saja…Tapi jangan pake cara pemaksaan dong…

    ~yang ga mau diajak diskusi~

Tinggalkan Balasan