Petualangan Kapten Bombay di Strong World

DIMULAI!!! BISMILLAH…(4 Februari 2010)

Kitab Isolasi 2010 (4 Februari 2010)

Bab 1, Persiapan (4 Februari 2010)

  • Kemarin, kulepaskan mahkota itu (4 Februari 2010)
  • Kemarin, SB2 pun berakhir (4 Februari 2010)
  • Kemarin, si 0857 pun dinonaktifkan (4 Februari 2010)
  • Tadi pagi, N2300 pun berpindah tangan (4 Februari 2010)
  • Sekarang, masih ngejar SKL (4 Februari 2010)
  • Mandat 0857 dikembalikan (5 Februari 2010)
  • Pesen lemari ke ibu, persiapan backup data (5 Februari 2010)
  • HUNUS PEDANGMU!!! JIKA ENGKAU INGIN MENGHENTIKAN LANGKAHKU, TEBAS DULU KAKIKU!!! (6 Februari 2010)
  • Termenung…Ya Robb, aku hanya bisa berencana, sementara Engkau lah yang menentukan (8 Februari 2010)
  • Menjemput yang tertinggal (8 Februari 2010)
  • Akhirnya, dijilid juga ni skripsi (10 Februari 2010)
  • Lamaran pertama (12 Februari 2010)
  • Baiklah, aku mengerti. Satu manusia, satu hati…(15 Februari 2010)
  • Akhirnya, berhasil juga ngelewatin level 2 PAU (16 Februari 2010)
  • SKL jadi (17 Februari 2010)

Interviewnya biasa aja, ditanya ini itu, sekitar setengah jam, trus pulang. Di stasiun pasar minggu nunggu kereta lama buanget. Setelah cukup lama nunggu, ditambah cukup gimana gitu ngedengerin ibu-ibu ngomel karena keretanya lama, akhirnya dateng juga tu kereta, tapi penuh sekale, berdiri deh. Kereta kembali jalan, goyang-goyang di kereta sambil bediri, pegel plus laper. Sampai akhirnya dapet tempat duduk meski sempit. Kereta trus berjalan, dan akhirnya berhenti di sebuah stasiun, banyak orang yang turun, waahhh, akhirnya bisa duduk dengan lega. Trus ada ibu-ibu naek, duduk, dan terjadilah obrolan ini:

A: Mau ke mana dek?

B: Ke Bogor bu.

A: Loh, ini kereta ke Bogor.

B: Iya, ibu mau ke mana?

A: Ke Jakarta.

B: Ini kereta ke Bogor.

A: Tapi ini di Bogor? Emang adek dari mana?

B: (Nengok ke luar kereta, gubrak, dah nyampe stasiun Bogor)

A + Penumpang laen pada ketawa.

B cepet-cepet turun dari kereta nahan ketawa, bahkan sampe di angkot masih harus nutup mulut pake tangan karena khawatir disangka orang stress karena cengar-cengir sendiri di angkot…(22 Februari 2010)

  • Reaktivasi + + si 0857 dengan N3120 (26 Februari 2010)
  • Interview kedua, Kuningan, Jakarta Selatan, MT Nutricia

Cuplikan yang unik, sebenernya dalam bahasa inggris, tapi diterjemahkan saja:

A: Buku apa yang terakhir kamu baca?

B: Kemuning Senja di Beranda Mekkah.

Selanjutnya, tebak aja sendiri, hihi… (10 Maret 2010)

  • Psikotes dan Interview ketiga, Lampung Tengah, MT Great Giant Pineapple (22-23 Maret 2010)
  • RELOAD!!! (27 Maret 2010)
  • Psikotes lagi, Cikupamas, Tangerang, QA Forisa Nusapersada (15 April 2010)
  • Tes materi, Sunter, Jakarta Utara, R & D Ajinomoto

Tiga soal, 90 menit. Mulai mengerjakan dengan bingung, rada-rada lupa materi, tapi kemudian inget juga, selesai dalam sekitar 30 menit. Wah, masih lama, ngapain ya? Koreksi lagi deh, satu kali, dua kali, tiga kali, bosen. Mulai coret-coret, sambil mikir kok lama amat ya waktunya, ni lembar jawaban juga kok banyak amat yang sisa, hmmmmmm, bodo ah.

Singkat cerita, habislah 90 menit itu, berkas soal dan jawaban dikumpul, letakkan di pojok meja, dibalik, dan, lho, masih ada soal di halaman belakang… (16 April 2010)

  • Psikotes lagi, Tambun, Bekasi, MT Sosro (21 April 2010)
  • Interview lagi, Tambun, Bekasi, MT Sosro (6 Mei 2010)
  • Interview, Terbanggi Ilir, Lampung Tengah, Supervisor Gulaku

Nyasar dari Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, ke Jalan Jendral Sudirman, Bandar Lampung, ngaco tingkat tinggi dah. Akhirnya interview dipindah ke factorynya langsung di Lampung Tengah. Ternyata oh ternyata, begitu sulitnya menuju tempat ini, pulang perginya ngabisin ratusan ribu, dah gitu angkutannya limited edition pula, sampe-sampe harus naek mobil bareng berkwintal-kwintal beras, sayur, dan lain-lain dah, pengalaman unik lah.. (14 Mei 2010)

  • Interview mendadak, Cileungsi, Supervisor Prodeksi Indesso Aroma (24 Mei 2010)
  • Hari ini wisuda (26 Mei 2010)
  • Tes tertulis, Auditorium Rektorat IPB, Officer Sugar Group Companies (31 Mei 2010)
  • Hari terakhir megang KTM (1 Juni 2010)
  • Interview, Ruang Sidang FPIK, Lagi, Officer Sugar Group Companies (11 Juni 2010)
  • Psikotes, Pulogadung, Jakarta Timur, R & D Nutrifood (29 Juni 2010)
  • Tes Tertulis dan Interview, Ruang Senat FPIK, Program Magang Sari Husada (5 Juli 2010)
  • Ternyata oh ternyata, he he, hiks hiks… (19 Juli 2010)
  • Sub bab “Pedang-pedang retak” (19 Juli 2010)
  • Ternyata kelalaian dan tertipu dengan dunia telah membuat ketiga pedang itu tumpul, perlu di asah. Namun, ketika ingin diasah, kulihat ternyata pedang-pedang itu pun telah retak. Percuma diasah, meskipun bisa tajam, tapi tak akan kuat (20 Juli 2010)
  • Tak ada pilihan lain, hancurkan saja ketiganya, sehancur-hancurnya (21 Juli 2010)
  • Terbangun dari “mimpi” setelah tertidur kelelahan karena menghancurkan tiga pedang itu. Hmm, mimpi yang menarik, bagaimana jika di”buku”kan saja? Hus, kumat deh isengnya, mending urusin ni serpihan-serpihan pedang.. Baiklah baiklah, sekarang kumpulkan serpihan-serpihan tiga pedang itu, semuanya, jangan ada yang tertinggal. Lalu masukkan dalam wadah, kemudian masukkan dalam tanur yang membara. Panas memang, tapi cuma ini cara meleburkannya, sekaligus memurniakannya dari berbagai kotoran dan dosa. Jangan biarkan ada kotoran yang tertinggal lantas jadi “benalu”. Ingatlah, aku ingin pedang itu nantinya sebersih “mutiara”.. (24 Juli 2010)
  • Tanur ini sudah sangat panas, tapi melebur besi dan memurnikannya ternyata ga mudah. Sambil menunggu, merenung, teringat masa-masa sebelum cuti, masa-masa saat menjadi prajurit, teringat pula masa-masa di atas kapal yang sekarang sudah tenggelam itu, hiks hiks.. Hus, jangan cengeng ah, insya Alloh kita akan kembali ke medan tempur itu, dengan kapal baru tentunya. Tapi sekarang, urusin dulu pedang-pedang ini.. (22 Agustus 2010)
  • Akhirnya lebur sempurna. Tuangkan cairan ini ke cetakan besi tempa, biarkan mendingin dan mengeras.. (9 September 2010)
  • Memegang batang besi yang sudah mengeras, aku ingin engkau menempanya selama 17 tahun… (10 September 2010)
  • Tidak bisa, tidak bisa, besi ini tidak bisa ditempa, sementara grafik itu pun terus menurun (17 Februari 2012)
  • Interview, Ciapus, Bogor, TU PYIT (26 Juli 2010)
  • Tes materi dan micro-teaching, Loji, Bogor, Primagama

Ga pernah punya pengalaman ngajar sebelumnya, eh dites ngajar kelas 12 SMA, haha, itung-itung pembuktian kalo saya emang ga bisa ngajar. Tapi, belajar ngajar lah.. (31 Juli 2010)

  • Psikotes, interview, dan tes laboratorium, Pasir Muncang, Bogor, Staff QC, Futami Food and Beverages

Ketika interview jadi sesi curhat, terimakasih pak.. (3 Agustus 2010)

  • Interview, Ruang Senat FPIK, MT Heinz ABC (6 Agustus 2010)
  • Tes materi dan interview, Jababeka, PT Puratos Indonesia

Pake acara kekurung di kamar mandi segala, hahahaha.. (9 Agustus 2010)

  • Untuk pertama kalinya ngegotong jenazah, Bekasi barat (11 Agustus 2010)
  • Sahabatku divonis mati, N3200.. (28 Agustus 2010)
  • Ujian Online CPNS Peneliti Balai Besar Industri Agro, Deperin (18 September 2010)
  • Interview, Cilandak, Jakarta Selatan, Staff QA Sentrafood Indonusa (22 September 2010)
  • Pertama kali naek taksi, hihi. First touch, tapi pulangnya malah naek angkot, hmmm, lagi… (3 Oktober 2010)
  • Ujian tertulis, TPU dan TPA CPNS Peneliti Balai Besar Industri Agro Kementerian Perindustrian, Akademi Kimia Analisis, Tanah Baru, Bogor (4 Oktober 2010)
  • Hari ini, hari terburuk dalam sejarah hidupku. Ya Robb, keluarkanlah aku dari fitnah ini… (4 Oktober 2010)

Ya Robb, aku tak tahu apakah ini adalah jalan keluar dari fitnah yang menderaku selama bertahun-tahun ini, ataukah justru ini adalah fitnah baru bagiku, maka hanya kepada-Mu aku mohon pertolongan dan perlindungan ya Robb… (5 Oktober 2010)

  • Packing selesai, persiapan selesai (7 Oktober 2010)

Bab 2, Saatnya berburu (7 Oktober 2010)

  • Menuju karawang

Turun di depan terminal Klari, naek ojeg ke bengkel radiator, ambil kunci, eh salah kunci, balik lagi deh jalan kaki. Dan akhirnya berhasil masuk kamar, kosan pertama nih…

Lho lho, ternyata ini dua kamar, pantesan mahal. Langsung ngecek kamar mandi, beuh, masa ada mayat tikus di bak mandi, kurasssssssssssssssssss. Trus beres-beres kamar yang lumayan kotor.

Menjelang dzuhur keluar rumah, nyari wartek trus nyari masjid. Trus belanja, banyak yang mau dibeli, lampu, setrika, galon, ember, gelas, piring, dll. tapi ga kebeli semua mengingat budget limited edition. Baru kerasa, ternyata karawang panas sekale, bisa-bisa meningkat nih derajat kehitaman, hehe..

Menjelang magrib ujan deres dengan petir dan kilat yang berselang-seling, jadinya sholat magrib di kosan aja dengan arah kiblat yang pake prinsip kirologi, yang kemudian diketahui kalo arah itu melenceng lebih dari 45 derajat, ck ck ck, kirologi yang ngaco..

Hujan masih terus turun dengan deras, pun suara kereta yang relnya di samping kosan menambah rame suasana di luar sana. Baru kali ini ngekos, sendiri pula, ga punya kasur, laper ga bisa keluar nyari makan, ga punya payung, topi ilang, dingin pula, eh mati lampu juga, hiks hiks..

Di luar sana suasana bener-bener rame dengan aneka macam suara, hujan, petir, angin, kereta. Tapi di dalam hati terasa sunyi, di manakah engkau sang belahan hati, lho lho lho, hus hus, kok malah mikirin gini toh. Jadi merenung, ya Robb…

Selepas isya baru hujan reda, lampu idup, bisa nyari makan, trus ngapain ya, hmm, tidur aja deh, siap-siap buat hari pertama besok.. (7 Oktober 2010)

  • Ngantor hari pertama

Masuk factory, ketemu satpam dulu, trus ketemu receptionist, baru ketemu atasan. Trus dengan bagian personalia diajak keliling kenalan dengan staf lainnya. Dapet ruang yang cukup luas, kursi empuk, dengan komputer sendiri plus internet, dan tentunya dengan ruang yang penuh kertas dan kertas, dokumen dan dokumen, QA gitoh..

Tandatangan langsung laku euy, buat sertifikat analisis untuk produk maklonnya CNI, hehe..

Trus maen ke atas, ke bagian QC, ngobrol sama koordinator QC yang ternyata ikhwan juga, senangnya.. Trus nyicip salami buatan orang seasoning, enak euy..

Eh, ada jum’atan di factory. Abis jum’atan makan di kantin, balik ke ruang kerja, ngoprek-ngoprek data baik hardcopy maupun softcopy, buanyaknya….

Jam 5 teng, pulang. Nebeng mobil atasan, dan jadi langganan nebeng tiap harinya, hehe.

Tapi, di balik semua itu, kenapa tetap ada perasaan ga nyaman? Sampai memaksa air mata ini mengalir di malam itu, entahlah… (8 Oktober 2010)

  • Ngikutin tepung dari gudang sampe jadi mie dalam etiket dalam kardus di gudang yang laen.. (9 Oktober 2010)
  • Tiga kejadian

Pertama, buka rekening di Bukopin karena pembayaran gaji lewat bank. Hhh, begitu menjajahnya bank dalam hidup ini.

Kedua, SFI bertabur air mata. Ya elah, ada-ada aja sih. Pertama kerja di perusahaan yang selama lima tahun ini rugi sehingga di jual. Sebagian karyawan memilih untuk tidak meneruskan bekerja dengan manajemen baru. jadilah hari ini sebagai hari pelepasan, sambil salam-salaman, pake ada yang nangis-nangis pula, kabur aja dah ke ruang kerja dari pada ikut-ikutan nangis…

Ketiga, tandatangan kontrak, setelah sekitar 7,5 bulan jadi pengangguran, hehe. Masa percobaan tiga bulan, dengan sebuah catatan penting, JENGGOT!! (13 Oktober 2010)

  • Meeting perdana, ya ampyun, ni perusahaan dah sakit parah ternyata, tapi semoga segera sembuh! (15 Oktober 2010)
  • Ujian tertulis, CPNS Peneliti Badan Litbangkes Departemen Kesehatan, Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta (23 Oktober 2010)
  • Ujian tertulis, CPNS Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Istora Senayan, Jakarta (26 Oktober 2010)
  • Gini rasanya dicuap-cuapin atasan, itung-itung pengalamanlah, sekaligus pelajaran. Ya, ya, baiklah bu, pak, saya ngaku salah (27 Oktober 2010)
  • Psikotes, CPNS Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kantor Pusat LIPI, Gatot Subroto, Jakarta (30 Oktober 2010)
  • Pertama kali ke BPOM, berdua sama QA baru, dan ngantri ngurusin sertificate of health dan sertificate of free sale. Pas hampir dapet giliran, tinggal satu lagi orang di depan antrian, mati lampu, gubrak. Ya udah, tinggalin berkas dan fd, trus ke Ampera deh, pulang malem nyampe factory jam tengah 8. Gini amat ya dunia.. (1 November 2010)
  • Pengakuan yang berakhir resign.. (2 November 2010)
  • Interview satker Pusat Penelitian Bioteknologi Cibinong dan UPT Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna Subang, CPNS Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kantor Pusat LIPI, Gatot Subroto, Jakarta (3 November 2010)
  • Baru kali ini naek kereta trus macet gara-gara kereta di depannya mogok. Merenung aja dah, begini rasanya futur ya, jadi paham dengan mereka, pantesan susah, tapi, hhhh, ga tau ah.. (3 November 2010)
  • Interview satker UPT Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia Gunung Kidul, CPNS Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kantor Pusat LIPI, Gatot Subroto, Jakarta (4 November 2010)

Bab 3, Kembali ke darat (7 November 2010)

  • Dari dasar laut, aku kembali..

Pedang-pedangku hancur, kapalku pun telah karam, sementara sudah lama aku tenggelam. Tapi, hanya begini saja kah lantas engkau menyerah?!

Baiklah, pedang bisa kembali di tempa, kapal pun bisa kembali di galang, namun kali ini kapten benar-benar butuh komandan, sepertinya lebih baik berburu di darat dahulu.. (7 November 2010)

  • Ujian tertulis, CPNS Kementerian Pertanian, Gedung YPI, Ciawi, Bogor(11 November 2010)
  • Micro-teaching, guru IPA SMP, Bintang Pelajar Cabang Polisi, Bogor (18 November 2010)
  • Akad kerja, guru IPA SMP, Bintang Pelajar Cabang Polisi, Bogor (20 November 2010)
  • Menjajaki Bekasi

Ditempatin sebagai guru IPA SMP di BP wilayah bekasi, jadi hari ini berangkat ke Bekasi. Mestinya naek bis jurusan Bekasi via tol trus turun di terminal Bekasi, tapi malah naek bis yang via Cileungsi, jadi lama di jalan, ngetem sini ngetem sana, plus kebablasan pula.

Nyampe di BP cabang Kemang Pratama, nunggu di depan ruko yang belum buka, padahal dah jam sepuluh, ealah ternyata kantornya bukan di ruko yang ini. Sampe ruko yang bener ternyata pas Ustadz dateng, mau ada kajian di kantor. Langsung ikut kajian Ushuluts Tsalatsah, mendapat dua faidah baru..

Pertama, pertanyaanku, apakah sabar itu ada batasnya? Dijawab kira-kira begini, ya, ada batasnya, dan setiap orang punya batas kesabaran masing-masing sesuai kadar keimanannya, dan setiap orang pun tidak diuji melainkan sesuai kadar keimanannya. Maka, pada asalanya, mestinya setiap orang bisa bersabar atas apa yang terjadi, hanya tinggal kembali kepada individunya, apakah akan bersabar atau justru mengikuti hawa nafsu..

Kedua, pertanyaan Ustadz, jika setan dibelenggu di bulan Romadhon, menagapa masih ada maksiat? Dijawab kira-kira begini, sesungguhnya, pertama, tidak semua setan dibelenggu, cuma sebagainnya saja, ada yang mengatakan hanya setan “kelas kakap” nya saja. Kedua, masih ada setan dari golongan manusia. Ketiga, faktor hawa nafsu manusia itu sendiri. Dan keempat, faktor kebiasaan.

Kemudian, selesai kajian istirahat, nyari makan, walah, mahale rek, beda jauh dengan standar 45-supir, hihi. Trus sorenya ngajar perdana, dadakan, padahal training aja belum beres, kaku banget pas ngajar kelas 9, hmm, semoga bukan awal yang buruk. Untuk selanjutnya, akan ada beberapa cabang tempatku ngajar di wilayah Bekasi ini, insya Alloh, cabang Kemang Pratama, cabang Cibubur, cabang Jaka Permai, dan cabang Grand Wisata..

Selanjutnya, teringat dengan dosen PA, dan beberapa orang lain yang sering bertanya “Mau jadi dosen ga?” Dan selalu kujawab, “Ngga ah, ga bisa ngajar.” Nyatanya sekarang, hehe, jadiin pelajaran, jangan asal ngomong tentang masa depan, astaghfirulloh..

Menjelang petang, belum nyari kosan, dan akhirnya nginep di ruko BP KP, bareng OB. Ok, saatnya tidur.. (23 November 2010)

  • Akhirnya punya kosan baru, kosan kedua.. (1 Desember 2010)
  • JJM..

Libur akhir pekan pulang ke Bogor, nyampe Laladon sekitar jam 19.30, macet, jalan agak ke depan deh, macet juga, jalan lagi deh, eh masih macet juga, jalan lagi, lagi, lagi, dan lagi, akhirnya nyampe di At Tauhid sekitar jam 20.15, hehe, itung-itung jalan-jalan malam model pramuka dulu waktu jaman SMP.. (4 Desember 2010)

  • Cukup futurnya, saatnya kalibrasi dimulai.. (7 Desember 2010)
  • Pengulangan konsep..

Ahlussunnah adalah mereka yang beragama sesuai dengan agama dan cara beragamanya Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabatnya Rodhiallohu’anhum. Mereka berjalan di mana para Salaf berjalan, dan mereka berhenti di mana para Salaf berhenti.. (10 Desember 2010)

  • Minta kiriman lagi..

Karena kerja mulainya di akhir bulan, maka gajinya ga penuh, cuma dapet sekitar sepertiganya. Akibatnya, setelah itung-itungan dana dan kebutuhan, akhirnya pake senjata ampuh, minta kiriman lagi untuk bulan ini, hihi.. (10 Desember 2010)

  • Dua kejadian yang bertolak belakang..

Hari ini direncanakan mau buka rekening buat transfer gaji BP, tapi pagi-pagi dapet info kalo lulus CPNS Kementerian Pertanian. Akhirnya tetep nyari bank BNI Syariah, lagi-lagi berurusan dengan bank.. (16 Desember 2010)

  • Dua kejadian yang bertolak belakang lagi..

Ngurus surat keterangan sehat jasmani dan rohani dan surat keterangan bebas narkoba di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Bogor, senilai Rp 455.000. Dan, buat surat resign kedua, senilai Rp 1.300.000. Terancam krisis ekonomi lagi nih, hehe.. (17 Desember 2010)

  • Menyerahkan surat resign kedua, maaf.. (18 Desember 2010)

Total ngajar 42 KBM, 99 siswa, 2 kali ngajar anak SD. Selain ngajar, sempet juga nyicip jadi OB, QC, Bikon, FL, dan terakhir kemarin nyebar brosur di perumahan tapi malah “ketangkep” satpam Kemang Pratama 2, haha, malu-maluin. Tapi sayangnya belum pernah nyicip jadi KC, hehe. Dan, ketika sudah mulai nyaman, pilihan hidup membuatku harus meninggalkan tempat ini, maaf.. (31 Desember 2010)

  • Lagi, kembali ke at tauhid.. (31 Desember 2010)
  • Kalibrasi selesai, cuti selesai, isolasi selesai..

Ok, kalibrasi selesai, semoga ga ngaco lagi.

Cuti juga dipercepat, ga baek ternyata kelamaan cuti, jadi aku kembali ke medan tempur, sektor darat, dan meski tanpa sebilah pedang pun.

Dan, isolasi pun selesai, insya Alloh.. (31 Desember 2010)

  • Prajurit masa lalu, kapten masa ini, dan jenderal masa depan (31 Desember 2010)
  • Sub bab “Kembalinya sang prajurit” (31 Desember 2010)
  • Ketika prajurit justru berubah menjadi penjahat (17 Januari 2012)

Kitab Blue Print 2011 (1 Januari 2011)

Bab 4, Rancangan imajiner (1 Januari 2011)

  • Memulai perluasan cakrawala pandang (1 Januari 2011)
  • Alhamdulillah, dapet senjata baru (8 Januari 2011)
  • Pengen ngegambar, tapi ga punya kertas. Mari nyari kertas, ke Palas (10 Januari 2011)
  • Ba’ bilang, “Ya udah, ntar kalo dah mulai kerja dan jelas penempatannya, tentuin aja kapan Ba’ dateng ke rumah perempuannya.” (11 Januari 2011)
  • Macul lagi…

Setelah sekian lama ga macul, hari ini macul lagi. Tapi masa baru beberapa saat dah megap-megap, plus tangan dah lecet, haha. Di mana kah kekuatanku yang dulu? Baiklah, saatnya melatih fisik lagi… (16 Januari 2011)

  • G2YX -> B3MY (18 Januari 2011)
  • Refreshing, curug Nangka, Ciapus

Sampe ke curug utama, yaelah, kecil amat, rame pula, akhirnya maen aernya di grojogan aja. Berusaha manjat ke atas, sampe tengah kepeleset, gedebuk gedebuk dada beradu dengan batu beberapa kali sampe kejebur di sungai bawahnya, untung batunya halus. Tapi tetep aja, manjat lagi, hihi.. (3 Februari 2011)

  • Maaf jika begitu lama aku baru membalas surat ini, dan, baiklah, mari kita mulai, dari awal, lagi.. (10 Februari 2011)
  • Jalan-jalan, curug Cigamea dan curug Seribu, Ciampea

Sebenernya bingung, ini gunung Halimun Salak, apa gunung Bunder? Tapi biarlah, yang penting jalan-jalan. Dan ketika sampe curug Cigamea, rada kecewa karena medannya ga menantang, dah gitu curugnya kecil pula meskipun ada dua, curug yang strukturnya batu dan yang strukturnya tanah. Akhirnya ambil keputusan nyari curug laen, curug Seribu.

Perjalanan ke curug Seribu bikin cape, medannya terjal licin berbatu, jauh pula,  tapi pas ngeliat curugnya seneng bener, ini baru namanya curug! (15 Februari 2011)

  • Aku seorang Salafy, insya Alloh..

Bertahun-tahun aku tak mengunjungi tempat ini, tapi hari ini aku di sini, di masjid ini, tempatku pertama kali mengenal Salafy. Ingatkah engkau dengan apa saja yang telah engkau alami dalam memegang manhaj ini? Maka teruskanlah! Terus gigit sunnah ini dengan gigi gerahammu!! (19 Februari 2011)

  • Tadi malam ustadzku mencium keningku (m****), apa artinya ya?? (24 Maret 2011)
  • Lagi, menutup lembaran kelabu dengan ‘jaket‘ baru, G2YX -> B3MY, gagal, total (25 Maret 2011)
  • Sebuah tebusan: G2YX -> B3MY -> Strong World, Forever!!!(25 Maret 2011)
  • Akhirnya dipanggil juga..

Setelah menunggu berbulan-bulan, akhirnya hari ini panggilan datang, kumpul di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian Pusat, dapet pengarahan dari pak mentan. Di sini nih untuk pertama kalinya aku dapet snack kotak isinya telor ayam rebus, hoho.

Setelah itu siang harinya langsung di bawa ke tempat tugas, Direktorat Jendral Hortikultura, Pasar Minggu. Masuk ruang rapat, dikasih UU Horti, dan untuk kemudian mengalami masa orientasi selama beberapa hari ke depan.. (7 April 2011)

  • Basyah basyah basyah, dingin dingin dingin..

Hari ini mulai mencoba bolak-balik Bogor-Jakarta, dan yang terjadi adalah..

Berangkat abis subuh, mesti mandi pagi-pagi sebelum subuh, brrrrr, ademe rek, terus abis sholat subuh naek angkot ke stasiun, dingin juga kena angin, untung pake jaket. Di kereta tetep pake jaket, sampe akhirnya kereta penuh, panas, dan mandi keringet dah karena ga bisa ngebuka jaket, basah dah bajunya. Sampe di kantor langsung ke kamar mandi, mandi ah, hoho, bajunya sampe bisa diperes tu keringet. Dan pulangnya? Disambut ujan di Bogor, mandi ujan dah, dingin pula, dahsyat juga nih kalo begini terus, tapi semoga ngga lah.. (8 April 2011)

  • Lagi-lagi, buka rekening bank, sekarang giliran BRI (14 April 2011)
  • Hari ini, terulang lagi, agrhhh, semoga ini yang terakhir. Kata bodoh ga cukup untuk menggambarkan hal ini, tapi begitulah kenyataannya, wallohu musta’an(16 April 2011)
  • Lagi, menutup tahun..

Rancangan imajiner mulai tampak nyata, saatnya melahirkannya ke dunia nyata, insya Alloh.. (17 April 2011)

Bab 5, Sketsa dua puluh empat (18 April 2011)

  • Siapkan kertas, siapkan pensil, siapkan penggaris, dan siapkan beberapa peralatan lainnya. Begitu banyak hal yang selama ini bergemuruh di dunia imajiner, saatnya mengeluarkan mereka ke dunia nyata, satu demi satu, insya Alloh.. (18 April 2011)
  • Buat NPWP (21 April 2011)
  • Copet oh copet, bertobatlah kalian..

Tas baru berumur lima hari eh disilet sama copet di KRL Jakarta-Bogor, padahal di tas itu ada dompet, untung dompetnya ga ilang, cuma ternyata dompetnya ikutan sobek, sampe tembus ke duitnya juga loh ikutan sobek. Waspadalah, waspadalah!! (21 April 2011)

  • Hari ini, aku resmi meminang dia..

Hari pertama berkunjung ke rumah calon mertua, sore hari setelah hujan mengguyur Dramaga, dag dig dug dah jatungku berdetak lebih kencang.

Masuk ruang tamu, sudah ada hidangan di meja, kemudian kenalan, ngobrol ke sana ke sini sambil diintrogasi, hingga sang kakak pun dateng bawa pizza, si akhwat disuruh menghidangkan, dan terjadilah apa yang terjadi, sang akhwat bawa nampan trus ngejengkang, hahahahahaha..

Tiba waktu sholat maghrib, ke masjid bareng calon papa mertua, trus pulang-pulang sudah dihidangkan nasi kuning porsi jumbo, sungguh terlalu, dan terpaksa harus kuhabiskan sambil diketawain sama calon mama mertua “Ayo abisin”.

Setelah itu ngobrol lagi bla bla bla bla dan seterusnya dan seterusnya sampe pamit pulang, eh dibawain makanan pula, rezeki lah, hehe.

Alhamdulillah dilancarkan, semoga lancar untuk selanjutnya.. (23 April 2011)

  • Jakarta seru, Bogor juga seru..

Jakarta, pagi hari kebablasan sampai stasiun Pasar Minggu Baru. Gara-garanya adalah sebuah asumsi yang tak terpenuhi. Biasanya, kereta akan masuk jalur satu di stasiun Pasar Minggu, dan di didahului oleh ekspress, jadi berentinya agak lama. Biasanya aku naek di sisi kanan, dan turunnya loncat dari kereta, dan kali ini pengen turun dengan normal, jadi naeknya di sisi kiri. Eyalah, tuh kereta tumben-tumbennya masuk jalur dua, jadi mesti turun di sisi kanan, karena kalo mau loncat ke sisi kiri, ada risiko ditubruk kereta dari arah yang berlawanan. Terpaksa deh menyeberangi lautan manusia di dalam gerbong, tapi baru berhasil nyelip-nyelip sampe tengah gerbong, keretanya jalan..

Sampe kantor rada telat, tapi tenang ajalah, paling juga di kantor di kacangin lagi, maklum masih nunggu penempatan dan materi orientasinya dah abis. Eh, tiba-tiba di ajak ke Bogor, yaudah, hari ini zigzag dah, Bogor-Jakarta-Bogor-Jakarta-Bogor. Tapi sebelum pulang ke Bogor akhirnya penempatan yang dinantikan diumumkan, setelah sebelumnya diledekin kalo kerjaan kami selama nunggu penempatan cuma BBS (Bobo Bobo Siang, hehe). Setelah dapet sedikit ceramah, akhirnya diumumkan posisi kami, aku dapet di Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura. Tapi, karena ternyata di sini semuanya cowo, dan ada direktorat lainnya yang semuanya cewe, akhirnya aku dituker, maka jadilah aku ditempatkan di Direktorat Budidaya dan Pascapanen Buah. Berakhir sudah posisi ga jelas dengan seragam item putih..

Bogor, ditelpun ortu, disuruh atur jadwal, mereka mau dateng ke Bogor tanggal 21 Mei 2011, buat proses lamaran selanjutnya, insya Alloh.. (2 Mei 2011)

  • Mulai rolling magang..

Hari ini masuk ke Subdirektorat Budidaya Tanaman Terna dan Tanaman Merambat. Dan, pekerjaan pertama saya adalah, disuruh motokopi, hihi. Trus abis itu ditanya, bahasa Inggrisnya bagus kan, ni terjemahin buku ini ke bahasa Inggris, gdubrak, untung ada internet.. (4 Mei 2011)

  • Serah terima SK CPNS (5 Mei 2011)
  • Terjadi lagi, dan ini yang ketiga kali, sudah cukup jadi alasan untuk hijrah dari tempat ini.. (7 Mei 2011)
  • Cape ah bolak balik Bogor-Jakarta, ngekos aja, lagi, mulai malem ini, di kosan ketiga (8 Mei 2011)
  • Sketsa sebuah rumah..

Lagi, sebuah keinginan, punya rumah sendiri, yang nyaman tentunya karena itu adalah salah satu kenikmatan bagi seorang muslim, rumah yang nyaman. Tak perlu megah, membuat dan merawatnya susah, jadi yang sederhana sajalah..

Oya, yang jelas aku ingin tuh rumah punya pekarangan yang cukup luas, tak sabar ingin mengelola pekarangan, nanem pohon buah, bunga, sayur, herbal, dan lainnya. Jadi ingat, kegiatanku di masa kecil dulu nanem ini itu di pekarangan rumah, kadang sama ibu, kadang sama ba’, dan kadang sendiri. Yah, sendiri, seperti saat ini, aku kembali sering sendiri, di kosan ini..

Hmmm, bicara tentang rumah, aku jadi ingat dengan kalimat yang kubuat bertahun-tahun yang lalu, kalimat yang begitu menggema di relung jiwaku, bahkan sampai saat ini, meskipun mulai terasa melemah..

Aku pernah, aku sedang, dan aku ingin, tetapi aku hanyalah keturunan seorang manusia yang telah diusir dari rumahnya oleh Robbnya, lalu menjadi musafir di dunia. Dan tidaklah ada tujuan seorang musafir, melainkan kembali ke rumahnya…

Ya Robb, kuatkanlah.. (11 Mei 2011)

  • Pindah ke Subdirektorat Budidaya Tanaman Pohon dan Tanaman Perdu, dan tugas pertama saya adalah ngetik, kemudian seperti biasa, disuruh motokopi, hehe.. (12 Mei 2011)
  • Setelah masuk direktorat buah, aku baru nyadar kalo manggis itu komoditas unggulan, padahal aku belum pernah makan tu buah, haha, akhirnya setelah nyari beberapa hari, berhasil juga nemuin buah itu di pasar Ciputat, gini toh rasanya.. (14 Mei 2011)
  • Jika bukan engkau yang bertanya, mungkin mudah bagiku menjelaskannya… (14 Mei 2011)
  • Sub bab “Bagian yang dihapus” (14 Mei 2011)
  • Maaf.. (14 Mei 2011)
  • Bagian itu nampaknya begitu indah, tapi aku ragu apakah kapalku kelak akan tetap bisa berlayar dengan cukup kuat dan seimbang bila bagian itu tetap kupertahankan dalam blue print ini, entahlah, kita lihat saja nanti, beberapa tahun yang akan datang, mungkin.. (15 Mei 2011)
  • Sebuah kisah diakhiri, kisah yang lain menunggu untuk dimulai, besok, minggu depan, bulan, tahun, dekade, entahlah. Kita lihat saja nanti. Sekarang pejamkan mata, semoga Alloh menjagamu wahai jiwa yang bergelora. Sebuah kisah, is sent to Recycle bin.. (6 Juni 2011)
  • Upacara lagi, pindah subdit lagi..

Setelah sekian lama ga upacara bendera, akhirnya hari ini upacara lagi di kementan, hari kebangkitan nasional katanya mah, pake item putih plus peci nasional pinjeman, haha. Pulang upacara di kantor langsung pindah subdit, sekarang magang di Subdirektorat Pascapanen Tanaman Terna dan Tanaman Merambat.. (20 Mei 2011)

  • Lamaran resmi dari orang tua..

Kemarin orang tua sudah nyampe di Bekasi, tadi pagi berangkat ke Bogor, ketemuan di depan masjid raya, trus mampir mau beli oleh-oleh. Apa? Mau beli roti unyil? Yang bener aje, itu mah makanan orang sini, akhirnya nyari toko lain, dan nemu toko yang jual oleh-oleh khas Lampung, keripik pisang dan dodol lempok, oleh-oleh kok belinya di sini, hihi.

Trus menuju rumah si akhwat, nyampe sana ternyata dah lumayan rame, salam-salaman, masuk ruang, dan acara dimulai, dibuka sama paman dari pihak akhwat, dan dilanjutkan oleh suami sepupuku mewakili pihakku, menyampaikan maksud dan tujuan, buat ngelamar si akhwat, ni orang pake pantun-pantunan pula..

Ikan sepat ikan gabus

Lebih cepat lebih bagus

Kemudian balik ke pihak akhwat, menyatakan menerima, tapi mau nanya dulu ke akhwatnya. Si akhwat diberi dua pilihan, kalo mau silahkan ngangguk sambil senyum, apa kalo ga mau silahkan geleng-geleng kepala, dan tentu saja dia ngangguk-ngangguk sambil cengar-cengir, hahahaha, malu-malu mau tuh.

Lanjut, ibuku nyerahin kotak ke ibunya, kotak apa ya namanya, pokoknya kotak lah, anggep aja tanda jadi. Trus nentuin kapan dan gimananya, tapi ga tuntas karena masih ada beberapa kendala, bersambung deh. Abis itu, ya makan-makan, ngobrol-ngobrol, dan aku dapet tugas menjadi penjaga tangga, ngejagain bocah-bocah yang pada maen di tangga loncat sana manjat sini, ngerusuh aje ni anak-anak.

Menjelang zhuhur, kami pamit pulang, mampir ke kosan at tauhid, sholat zhuhur, lalu rombongan pisah. Sepupu yang dari Bekasi mau maen dulu, sedangkan kami ke kosanku di Pasar Minggu, nganterin kipas angin sama dispenser hasil “ngerampok” dagangan ibu di kampung, hehe.

Setelah maghrib, mereka balik ke Lampung, aku balik ke Bogor, melanjutkan petualangan ini. Mudahkanlah ya Robb.. (21 Mei 2011)

  • Hari ini, belasan DVD berisi puluhan GB data yang dikumpulkan selama bertahun-tahun, dihancurkan, sebagai pembatas antara diriku dengan masa lalu, meskipun bukan pembatas absolut tentunya, karena bagaimanapun aku tetap membutuhkan masa lalu.. (22 Mei 2011)
  • Ok, ditetapkan, 18 September 2011, walimahannya, insya Alloh (24 Mei 2011)
  • Wew, setelah berbulan-bulan, akhirnya hari ini punya 50 followers di twitter. Inilah tujuan bikin twitter dulu, punya minimal 50 followers biar bisa bisnis internet, haha, di manakah niat itu sekarang??? (25 Mei 2011)
  • Cup cup cup, jangan nangis, semoga ini cepat dapat jalan keluarnya.. (28 Mei 2011)
  • Pindah subdit lagi, sekarang magang di Subdirektorat Pascapanen Tanaman Buah dan Tanaman Perdu, dan seperti biasa, tugas pertama adalah motokopi.. (30 Mei 2011)
  • Liat berita di tv kalo friendster mau ditutup, trus dianjurkan menyelamatkan data akun masing-masing, maka akupun menyelamatkannya, haha. Jadi inget, dari sinilah di akhir-akhir sma dulu aku mulai mengenal dunia maya.. (31 Mei 2011)
  • Reaktivasi – - si 0852 dengan N1280 (1 Juni 2011)
  • Perjuangan konsep ini belum selesai, masih ada kesempatan untuk memperbaikinya, mulai dari failnya lagi!!! (4 Juni 2011)
  • Pindah lagi, dan sepertinya ini pindah magang terakhir, ke Subbagian Tata Usaha, dan tugas pertama adalah keliling subdit (6 Juni 2011)
  • Slip gaji pertama dari negara.. (7 Juni 2011)
  • Akhirnya dapet tempat juga, kantor ketiga, Subdirektorat Pascapanen Tanaman Terna dan Tanaman Merambat, dan hari pertama langsung lembur.. (13 Juni 2011)
  • Taksi kedua, kehilangan hp pertama, deaktivasi 0852 (21 Juni 2011)
  • Mulut perdana, wew, hadoh! (29 Juni 2011)
  • Dompet bekas korban copet akhirnya diganti dengan dompet baru, pas pindahan nemu kartu poliklinik IPB, jadi inget masa imut-imut, he.. (1 Juli 2011)
  • Akhirnya pake seragam juga, meski salah warna, dudul ah. Trus hari ini juga dapet panggilan prajabatan, alhamdulillah (4 Juli 2011)
  • Laptop divonis mati, hiks.. (5 Juli 2011)
  • Renungilah ini..

Mengingat kejadian penuh kemudahan Sabtu kemarin. Janjian dengan camer buat nyari kontrakan, eh keabisan celana, dimudahkan dengan minjem temen. Kantong celananya kekecilan, akhirnya beli tas kecil di stasiun, tas yang sudah lama kuinginkan, dan saat itu dimudahkan membelinya. Setelah ketemu, berempat nyari kontrakan, dimudahkan lagi dengan dapet rumah yang murah dan lingkungan yang tampaknya enak serta lokasi cukup strategis. Ah, terlalu banyak nikmat yang didapat untuk ditulis semua, belum lagi nikmat-nikmat sebelumnya sejak kamu lahir, maka, lagi, sebuah pertanyaan, maka nikmat Robbmu yang mana yang kamu dustakan? (6 Juli 2011)

  • Kegilaan tingkat tinggi dimulai…priiiiiiiitttttttt.. stop, stop, stop, HENTIKAN!!! (7 Juli 2011)
  • Setelah bertahun-tahun, akhirnya kembali ke level sependek ini, dengan sedikit modifikasi, 3 mm, hihi (14 Juli 2011)
  • Lagi-lagi berurusan dengan copet

Berangkat prajabatan bawa koper dan ransel, ga tanggung-tanggung tuh copet, tas koper gede yang mau dia gondol, untung pas dia megang tu koper sambil lari turun kereta gagang kopernya patah, haha, cuma dapet gagang doang, kacian. Pas di angkot juga ternyata yang duduk di sampingku itu copet, ck ck ck, tobat oy tobat.. (17 Juli 2011)

  • Masuk “barak” prajabatan..

Aturan sih besok mulainya, tapi ga papa lah, daripada besok buru-buru, masuk hari ini aja ke Pusat Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Pertanian, PPKMP Ciawi. Dapet jatah di komplek Surya, paling atas, asrama Durian, juga paling atas, dan kamar No. 11, juga nomor paling atas. Enak juga ni asrama, ada ruang nontonnya, juga ada ruang makan barengnya, tapi malem ini belum dapet jatah makan, jadi beli dulu di luar. Malem-malem, setelah beres-beres dan ngobrol sama temen yang juga udah dateng, tiduran di kamar, eh mati lampu, ya udah, tidur aja lah. (17 Juli 2011)

  • Prajab dimulai, untuk 24 hari ke depan, insya Alloh..

Registrasi pagi-pagi, trus kenalan sama ini sama itu, siang sholat dzuhur, trus balik ke asrama Durian, eh dah pada makan aja no anak-anak, untung ga keabisan. Setelah itu acara pembukaan, dan ternyata, eng ing eng, anak asrama Durian disuruh berdiri, trus ditanya, “Siapa yang nyuruh makan duluan??!”, hahaha, ternyata itu makanan anak angkatan 30 yang sebagian tinggal di asrama Durian dan sebagian lagi di asrama Manggis. Jadi, grup makan itu ngikut grup angkatan, bukan grup asrama, hehe, ya maaf, meneketehe. Sedangkan aku dan anak angkatan 29 lainnya harusnya makan di ruang makan Manggis. Malu-maluin aja dah. Dah gitu aku kena panggil disuruh cukur lagi, ya elah, masih kurang pendek kata panitia.. (18 Juli 2011)

  • Prajab selesai, laporan selesai!! Lulus euy.. (8 Agustus 2011)
  • Serah terima “Sampah” ilmu pengetahuan ke ikhwan adik tingkat, dah ga ngerasa anak ITP lagi sih, hihi.. (9 Agustus 2011)
  • Satu bulan, lagi (18 Agustus 2011)
  • Buka puasa pertama di rumah camer (20 Agustus 2011)
  • Akhirnya kecopetan juga di stasiun Bogor.. (23 Agustus 2011)
  • Rapat dinas pertama di hotel, Sempur Park, tapi males ah tidur di hotel, pulang aje ah, hehe (23 Agustus 2011)
  • Mulai berpikir tentang “senjata rahasia” (7 September 2011)
  • Sub bab “Pedang kecil yang tersembunyi” (7 September 2011)
  • Tak menyangka, aku menemukan pedang kecil yang tersembunyi di salah satu sisi bumi, ntah kapan pedang ini akan berfungsi.. (7 September 2011)
  • Aku mendapatkannya.. (14 September 2011)
  • Menyarungkan pedang kecil, super secret mode on (26 September 2011)
  • Kasubdit pulang dari Hongkong, ngasih oleh-oleh dompet, pas sekali dengan sikon ini, hihi (12 September 2011)
  • Hari survei..

Pagi-pagi kereta macet (tumben) sebelum Bojong, jadi nyampe kantor rada siangan. Trus ke pasar induk Kramat Jati mau survei harga buah, eh baru jalan benter spion mobilnya jatoh, dasar mobil dinas tua, hehe..

Pulang kantor disuruh ke kontrakan mau survei kebersihan dan lainnya, nyoba jalan kaki aja ah dari depan gerbang, tapi ternyata jauh juga hingga kakiku yang beralas pantovel ini pun akhirnya lecet juga..

Selanjutnya survei gedung pernikahan. Akhirnya bisa ngeliat gedung ini, padahal dah H-5, hihi.. (13 September 2011)

  • H-4, pulang kantor masih harus ke Depok buat rapat, eh selesainya jam 11 malem. Kereta dah habis, jadi ke terminal Depok, dan bis pun dah habis, eng ing eng, ke Pasar Rebo aja dah, eh cuma ada bis yang ke Ciawi, ya udah naek itu. Untung masih ada angkot, dan nyampe rumah hampir jam 2 malem, mantap.. (14 September 2011)
  • H-3, mulai izin ga ngantor.. (15  September 2011)
  • Pindah, lagi..
Tapi sekarang pindahan ke kontrakan rumah, bukan kamar per kamar lagi, dan bakal ada akhwatnya ntar di rumah ini, hihi.. Inilah kontrakan pertama. Kamar mandinya ada cerminnya, jadi inget masa SLTP, saat itulah terakhir kali kamar mandi yang biasa aku gunakan ada cerminnya (16 September 2011)
  • Mungkin ini nyuci terakhir sebagai bujangan, hehe (16 September 2011)
  • Tidaaaaaakkkkkkk, hehe, hiks hiks.. (17 September 2011)
  • Malem, rapat persiapan, cek ricek barang dan gedung, dan gladi kotor (17 September 2011)

Bab 6, Menggalang kapal lalu berlayar (17 September 2011)

  • Romance dawn.. (17 September 2011)
  • Sub bab “New World” (17 September 2011)
  • Kru pertama (18 September 2011)
  • Flashback…

Duniaku dimulai di sebuah rumah sederhana di desa Tanjungsari kecamatan Palas, Lampung Selatan, pada tanggal 18 April 1987 jam 12.55. Rumah yang dikelilingi kebun yang masih sangat rimbun saat itu. Mulai tumbuh dan berkembang sebagai laki-laki bergolongan darah B, mengenal dunia luar bermain bersama teman yang lain. Tak banyak memori yang bisa kuingat di masa ini, hanya saja masih ada sebuah topi di kamarku yang kata ibuku topi ini aku miliki saat aku berumur enam bulan. Kata ibu sih pas lagi ke pasar aku meminta topi itu, ga tau deh gimana cara mintanya, secara belum bisa ngomong kan.

Hingga aku mulai masuk taman kanak-kanak, TK Dharmawanita. Belajar menulis huruf, angka, menggambar, menggunting, mainin plastisin, mencoblos, menjiplak, melipat, dan lainnya. Masih teringat saat-saat berangkat ke TK jalan kaki bareng Ba’, membawa wadah makan dan minum yang berbentuk tas, kadang  membawa wadah minum berbentuk HT. Kemudian saat pulang mampir ke rumah nenek. Dan jika liburan panjang kami berkunjung ke rumah nenek satunya lagi di Tanjung Karang, Bandar Lampung. Selesai TK, tabungan TK ku tenyata cukup buat beli meja belajar, tapi kenapa warnanya pink ya??? Meja ini kemudian hari seringkali berdampingan setia dengan lemari containerku.

Lalu mulai sekolah, SDN 2 Bangunan. Ini masa gencar-gencarnya aku bermain dengan berbagai mainanku. Setidaknya yang kuingat mainanku bisa dibagi menjadi beberapa divisi, yaitu divisi kendaraan, divisi robot, divisi senjata, divisi koleksi (untuk yang ini kayaknya aku emang hobi ngoleksi, sampe-sampe bungkus garem, micin, dan lainnya juga sempet aku koleksi, ga tau dah buat apaan, hehe. Hmm, atau jangan-jangan aku emang berbakat poligami, koleksi istri, hihi), dan divisi lain-lain. Sayangnya, ternyata sebagian mainan itu kemudian aku ketahui dilarang dalam Islam, seperti dadu, catur, dan aneka kartu.

Sementara bacaan selain buku sekolah di masa ini adalah komik petruk (tapi sayang isinya banyak yang ga bener ditinjau dari sisi syariat) serta majalah Bobo yang tetap jadi bacaan hiburan sampe SLTP.

Kenangan khusus masa SD adalah saat kelas empat, saat terjadi kecelakaan yang meninggalkan bekas luka di tangan kananku (begitu besarnya luka itu sampai kaos yang kupake harus digunting untuk melepaskannya), sekaligus meninggalkan perasaan tersendiri yang cukup kuat mempengaruhi kepribadiannku, alhamdulillah. Juga di kelas ini aku khitan secara sembunyi-sembunyi, bahkan Ba’ pun ga tau.

Kemudian masuk ke masa SLTP, SLTP PGRI 2 Palas, masa saat darah remaja mulai bergejolak, alhamdulillah Alloh menjaga ku dari perbuatan-perbuatan dosa yang hampir dikerjakan oleh kebanyakan temanku saat itu, merokok, pacaran, dan lainnya. Meski bukan didasari pengetahuan akan dalil, tapi mungkin fitrahku yang terjaga, alhamdulillah, alhamdulillah. Di masa ini juga aku mulai tertarik dengan Al Qur’an, bahkan secara naruri aku rela ga jajan untuk menabung yang akhirnya uangnya kugunakan untuk membeli Al Qur’an terjemahan, Rp 60.000, jumlah yang cukup besar saat itu. Di bulan Romadhon juga mulai memaknai sholat di masjid deket rumah meskipun tetep aja lebih sangat sering sholat di rumah. Di masa ini juga aku sangat aktif di Pramuka, mulai kemah sekolah, antar sekolah, kabubapten, dan tingkat provinsi, bahkan akhirnya aku menjadi Pratama putra untuk sekolahku. Namun sayang di akhir masa SLTP ini aku terfitnah dengan musik hingga rela nabung buat beli tape dan kaset-kaset yang akhirnya harus kuhancurkan karena dikemudian hari aku mengetahi tentang haramnya musik dalam Islam. Juga sedikit fitnah wanita yang untungnya selamet karena ga lama kemudian aku lulus dan dikirim ke Bandar Lampung untuk melanjutkan sekolah.

Hobi yang cukup unik di masa ini adalah manjat, apa aja dah yang bisa di panjat, pohon, teras, rumah, bahkan tower tempat air juga ikut-ikutan dipanjat karena di bagian atasnya cukup luas untuk duduk merenung sambil liat pemandangan. Juga hobi miara ayam, terutama ayam kate. Trus hobi bersahabat pena, banyak loh, dari kalimantan, sumatera, jawa, bali dan lainnya.

Hmm, trus apalagi ya kenangan masa ini? Oya, rute berangkat ke sekolah. Meski ada jalan aspal di depan rumah yang bisa nyampe ke sekolah, aku lebih suka milih jalan lewat belakang, mulai lewat kebon salak (yang sekarang hampir seluruhnya berubah jadi kebon coklat), trus blusuk-blusuk lewat kebon orang, rumah-rumah warga (yang salah satunya rumah temen setingkat saat itu, tapi sekarang malah jadi kakak ipar), jembatan bambu yang kadang ilang kalo sungainya lagi banjir, kebon belakang sekolah dan akhirnya nyampe sekolah. Yah, beginilah masa-masa SLTP.

Melanjutkan ke SMA, aku dikirim ke Bandar Lampung, tinggal di rumah Bibi ku di Sukarame, dan sekolah di SMAN 2 Bandar Lampung. Masa pencarian jati diri membuatku terdampar di masjid sekolah, Masjid Nurul Hidayah, di Rohis, setelah sebelumnya sempat masuk Pasis dan Karate Lemkari. Dan akhirnya di masjid inilah aku justru meninggalkan Rohis, dan mulai mengenal Salafy, alhamdulillah. Mulai baca-baca Majalah Al Furqon, buku-buku, kajian di masjid sekolah malem-malem, dengerin kaset rekaman kajian sampe beli walkman yang juga dipake buat dengerin kaset LIA (selain di LIA juga sempet ikut IEC, tapi tetep aja ga mahir-mahir bahasa inggrisnya). Di masa ini juga aku mendapatkan nama Bombay, dan di masa ini pula aku dikirim ke IPB untuk mengikuti LCTIP di departemen Teknologi Pangan dan Gizi, yang kemudian menanamkan keinginannku untuk kuliah di jurusan ini. Di masa ini aku juga mulai mengenal dunia elektronik dengan cukup pesat, terutama PS dan komputer (dengan internetya tentunya, meskipun email dan friendster yang kupakai hingga sekarang adalah hasil dibuatin temen), dan punya HP di akhir SMA hasil ngebongkar celengan di kampung. Untuk PS, dulu sampe ada rental di rumah, hohoho. Untung maennya pas lagi liburan aja, kalo ngga mah bisa kacau, maen terus. Di masa ini cukup sering aku ganti tas, ga tau tasnya yang jelek apa karena semakin banyak barang yang aku bawa hingga tasnya cepet rusak, sampe akhirnya aku dapet tas hitam-biru yang ternyata cukup awet sampe sekarang. Oya, di akhir SMA juga aku sempet operasi ringan di tangan kanan, karena ternyata ada beling yang telah tersimpan selama 8 tahun sejak kecelakan itu, haha.

Kemudian sebagian keinginanku kuliah di jurusan TPG terwujud saat aku diterima di IPB lewat jalur USMI, namun tanpa jurusan. Ke Bogor bareng ortu, lewat Bakau Heni, Merak, sampe Ciawi, trus ngelewatin terminal Barangsiang, trus ke terminal Bubulak, dan minep di kosan sepupu. Besoknya pendaftaran ulang di Graha Widya Wisuda. Kuliah dimulai dengan matrikulasi, RK Pinus 2 jadi ruang kuliah pertama. Setelah satu tahun kuliah TPB dan tinggal di asrama TPB C1 No 077, akhirnya keinginan ini benar-benar terwujud ketika aku di terima di departemen tersebut, meskipun telah berubah nama menjadi departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Sewaktu masa asrama, kenangan uniknya adalah sempet beli topeng gorila di bazar di koridor Faperta (kalo ga salah), topeng yang dah bikin heboh di asrama dan juga di GWW. Semasa asrama juga sudah cukup banyak mengenal tempat-tempat di kampus, mulai dari rektorat, perpustakaan LSI, cyber singkong (dan beberapa cyber lainnya, yang di masa-masa akhir kuliah Cyber 24 lah yang jadi tempat favorit).

Siklus kuliah pun berjalan lancar-lancar saja, PAU dengan ruang PAUnya, berbagai Lab, Korfat, Sapta, Himitepa, Mushola Al Fath Fateta, Al Huriyyah, auditorium AMN, dan seterusnya. Sementara tempat tinggal berpindah-pindah, dari Wisma Aulia di Balebak kamar atas, Wisma At Tauhid Bara kamar belakang, Al Furqon Balio ga sempet punya kamar, Al Furqon Balebak kamar tengah, dan akhirnya kembali lagi ke Wisma At Tauhid Bara tapi kamar depan berdua, trus pindah ke kamar belakang berdua juga di tahun berikutnya. Di masa ini pula akhirnya aku semakin memahami Salafy, beli buku ini majalah itu, kadang juga pinjem buku di maktabah Al Furqon, tentunya berbekal mushaf yang mudah di bawa, ikut kajian di Ma’had Minhajussunnah, Balairung Fahutan, Mushola Al Amanah, Mushola Al Muhajirin, Masjid Imam Ahmad bin Hanbal, Aula Al Huriyyah, Ruang Moeslihoen, dan lainnya. Kajian-kajiannya terkadang direkam pake MP3. Oya, kendaraan di masa ini adalah sepeda. Aku sempet punya dua sepeda, sepeda merah yang akhirnya hilang, lalu sepeda hitam yang akhirnya dijual.

Di masa ini juga beberapa kali aku berkunjung ke pabrik yang bergerak di bidang pangan (anak Himitepa gitu loh), yang paling berkesan adalah saat ke Bandung, sempat ke beberapa tempat sampai akhirnya gagal ke kebun straubery trus beralih ke gunung Tangkupan Perahu, di sinilah aku beli topi bulu seharga 30 ribu, yang berakibat aku diledekin abis-abisan karena yang lain cuma beli dengan harga 10 ribu, weleh weleh. Trus, apalagi ya, hmm, oya, empat barang berharga yang kubeli di masa ini, komputer (yang akhirnya beralih tangan ke kakak kedua trus dijual), laptop dan tasnya, kamera digital (yang akhirnya dijual), dan HP baru. Oya, juga ada barang lain yang tidak terlalu berharga tapi menyimpan kenangan, dalam bentuk pin.

Kemudian tentang olahraga, bayak tempat yang bisa digunakan, maen futsal di Gymnastium, badminton di GOR, maen bola di lapangan Silvasari, dan tentunya sepedahan keliling kampus. Oya, untuk semua kegiatan di kampus ini kan butuh duit, jadi selama kuliah itu aku megang kartu ATM BNI orang tuaku, di kampung ngisi, di kampus ngabisin, hihi, jazakumullohu khoiron.. Nah setelah lulus, nyoba-nyoba buka tabungan sendiri, Shar-e, tapi ga bertahan lama.

Kemudian singkat cerita sampailah aku ke masa akhir, tugas akhir, penelitian mikrobiologi di Seafast Center, lab Patogen. Trus ngedraft berkali-kali di meja belajar kamar, di PITP (perpusnya Fateta), dan tempat lainnya, sampai akhirnya sidang, dan lulus. Setelah lulus kuliah, terombang-ambing antara dua keinginan, mondok atau kerja, hingga akhrinya milih nyari kerja, ke sana ke sini seperti cerita di Kitab Isolasi.

Hmmmmmmmm, tak terasa telah 24 tahun kini umurku, dan sungguh benar bahwa kehidupan dunia ini sungguh singkat. Sementara besok, aku akan mulai babak baru kehiduapanku, karena besok aku akan melaksanakan akad nikah, insya Alloh.. (17 September 2011)

  • Mulai berlayar…

Berangkat dari kontrakan jam 7.00 kurang, eh nyampe Aula Balittonya kecepetan, panitia aja masih beres-beres, jadinya pada ngaso dulu di tempat parkir sambil nunggu sepupu yang dari Bekasi. Akad jam 9.00, lanjut walimahan pertama, dan nantinya walimahan ke dua di Palas tanggal 30 September 2011, insya Alloh..

Akad tadi berlangsung cukup baik, tidak jauh melenceng dari yang direncanakan, meskipun sedikit ada bid’ah yang mewarnai proses ini. Setelah pengalungan bunga, pembukaan, sambutan-sambutan, seserahan, dan khutbah hajjat, akad di mulai. Mahar yang diberikan adalah kalung emas 10 gram dan seperangkat alat sholat, sah, dapet buku nikah, alhamdulillah..

Adapun walimahan, hmmm, cukup baik, sayang wedding plan masih banyak dicemari kemungkaran, janur berhasil di ganti dengan x-banner (baru kali ini liat nikahan pake x-banner, hehe), musik diganti nasyid meskipun belum nasyid syar’i, hijab juga ga sempurna, masih banyak yang nyampur, dan pengantin masih dipajang di pelaminan meskipun ga bersandingan. Juga masih poto-poto bareng, termasuk poto penyerahan piala bergilir dan wedding book ITP42. Hmm, ternyata ga mudah menampakkan kebenaran, semoga Alloh mengampuni kami..

Malam pertama, tinggal bareng bersama, beres-beres kontrakan yang amburadul, cape. Dan ketika tiba waktu makan malam, terbukti istriku benar-benar sarjana teknologi pangan, karena masakan pertamanya adalah mie instan, hehe..

Baiklah, sepertinya kisah yang diceritakan ini dicukupkan sampai di sini dulu, karena urusan rumah tangga kami selanjutnya, urusan kapal kami, adalah rahasia kami.. (18 September 2011)

Aku pernah, aku sedang, dan aku ingin, tapi aku hanyalah keturunan seorang manusia yang telah diusir dari rumahnya oleh Robbnya, lalu menjadi musafir di dunia. Dalam perjalanan ini, aku bertemu musafir lain yang salah mengambil jalan, lalu aku menegurnya, namun justru dia yang menyalahkanku, hingga akhirnya kami berdebat panjang, sampai, akhirnya dia mengaku salah. Kemudian kami berjalan ke arah yang sama, sendiri-sendiri. Dan waktupun berlalu, hingga aku merasa mengapa kami tidak berjalan bersama saja? Baiklah, bergandengan tangan, kita berjalan bersama, berlayar, bersama, bismillah..

~ oleh Teabombay pada 4 Februari 2010.

2 Tanggapan to “Petualangan Kapten Bombay di Strong World”

  1. Assalaamu’alaykum akh…
    mari dukung rangking webometrics ipb dengan menambahkan badge IPB di blog yang bisa diambil dari http://www.ipb.ac.id/badge/
    jazakallahu khairan

    • Wa’alaikumussalam akh..
      Hehe, ga ngerti, piye carane?
      Wa jazakallohu khoir..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.